Monday, February 16, 2015

Posted by adrianizulivan Posted on 10:58:00 PM | No comments

Tonggak Penting EMAS


Annual Report EMAS Year Three

Tahun Ketiga menandai tonggak penting bagi EMAS, dimana dilakukan proses standarisasi terhadap pengumpulan data fasilitas. Fasilitas yang didata adalah fasilitas kesehatan (faskes) di daerah intervensi EMAS yang masuk pada Fase 1 dan 2. Faskes EMAS memanfaatkan alat pengumpulan data yang telah terstandarisasi. Kini, data tersebut mampu hasilkan sekitar 10.000 kelahiran per bulan. Ini jumlah yang mengejutkan. Data tersebut memungkinkan faskes, Pokja, Dinkes tingkat Kabupaten/Provinsi, dan EMAS untuk terus memantau cakupan kunci intervensi klinis dan perolehan hasil.

Hasil penelitian sepanjang Tahun Ketiga menunjukkan perbaikan target intervensi secara menyeluruh. Sebuah diskusi terkait hasil Tahun Ketiga (yang mengumpulkan seluruh kabupaten, dengan pembagian per fase intervensi) dijelaskan dalam laporan ini. Akhirnya, Annual Report EMAS Year Three tersaji bagi seluruh tim EMAS sejak dipublikasikan akhir Oktober lalu. Ini akan menjadi tonggak bagi langkah awal menapaki EMAS Tahun Keempat.

AZ
Posted by adrianizulivan Posted on 10:55:00 PM | No comments

Dunia Rayakan Hari Ibu


Hari itu 22 Desember 1928, hadir sejumlah tokoh perempuan dari 30 organisasi perempuan di 12 kota di Jawa dan Sumatera. Dipelopori oleh Sofie Korneliq Pandean asal Minahasa, mereka mengikuti Kongres Perempuan di Yogyakarta. Pandean ikut membacakan teks Sumpah Pemuda pada 28 Oktober d Jakarta padai tahun yang sama.

Organisasi perempuan hadir di Indonesia sejak 1912. Sebab di tahun 1964 Presiden Soekarno telah menetapkan Hari Kartini untuk peringati jasa RA Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi, maka tahun 1959 ditetapkan pula Hari Ibu. Hari Ibu ini untuk memperingati semangat seluruh wanita Indonesia, tak hanya Kartini, yang telah berjuang untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Diantaranya adalah Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan dan Rasuna Said, yang juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.


Meski dengan semangat berbeda, Hari Ibu tetap diperingati hingga kini. Kini, pemaknaan Hari Ibu lebih mengarah pada pernyataan cinta kepada ibu. Demikian pula yang terjadi di negara lain. Meski perayaan Hari Ibu di negara lain diperingati pada tanggal berbeda, Jhpiego Global turut peringati Hari Ibu Indonesia, 22 Desember lalu.


Selamat Hari Ibu, Indonesia!

Adriani Zulivan

Sunday, February 15, 2015

Posted by adrianizulivan Posted on 9:11:00 PM | No comments

Ditolak Taksi


Udah naik taksi. Aku (A) dan Pak Taksi (T):

A: Ambass, pak. 
T: duh, nggak bisa, macet. 
A: Yaudah, Pedurenan aja 
T: Gak bisa... 
A: Bapak mo kemana sih? 
T: Senen... 
A: Ya Pedurenan kan tinggal lurus doank 
T: Oh gitu ya? Mana sih arahnya? 
A: Pasfest, pak! *bete* 

mobil jalan semenit, minggir. Bapaknya otakatik argometer yg ternyata sedaritadi belom nyala. Digetok2, tombol diputer2, nyala. Taksi ntah apa namanya. Yang nyetir pake jaket item dan topi. Gak ada nomor taksi di manapun. Gak ada tanda itu taksi di dashboard selain argometer. Jalan lagi.

T: Pasfest bukannya di kanan ya mbak? 
A: Saya di seberangnya. 
T&A: ... 

...di Jalan Baru, belokan menuju Mall Ambassador.

A: Nah itu ke Ambass lengang, pak! 
T: Macet, mbak! 
A: *terserah deh* 
T: ...
A: Belok kiri depan situ ya pak 

argo 11.500 

T: Bayar 10rb aja mbak 
A: (rogoh 12rb) nggak deh, ntar bapak rugi. (buka payung) Ati-ati di jalan, pak! *nyindir* 
T: Makasih, mbak! *terharu*

Ini kejadian barusan. Kayanya dia nolak krn terlalu dekat ya, bukan krn macet. Mumpung ujan-ujan gini taksi langka, rugi klo nyari penumpang yang nyampe dalam 7 menit.

Itu bukan gambar taksi yang kunaiki, tapi Fukurou Owl Taxi.

Mlekom,
AZ

Wednesday, February 11, 2015

Posted by adrianizulivan Posted on 1:39:00 AM | No comments

Kekancan


Sabtu lalu ikut hunting foto di Tangerang. Berangkat naik KRL, balik nebeng teman yang tinggalnya dekat tempatku. 

Di jalan ngobrol nggak banyak, kan aku pendiam! *dusta* Aku banyakan ngobrol sama si Mamas di watsap, cerita kalo nebeng teman baru. Banyakan diam, mungkin karena kikuk sebab baru kenal belum ada sejam. Iya sih, sudah hunting bareng sejak siang, tapi baru saja kenalan nama. 

Suasana lumayan seru pasca kita diteriakin motor karena jalan lambat. "Matanya dipake, bang!" Dan itu jadi keseruan sepanjang jalan meski pake muter-muter karena salah jalan menuju tol Jakarta.

Lalu makan. Aku usulkan cari di tempat yang dekat kosanku, agar menambah referensi tempat makan. Sudah bosan sangat dengan warteg sekitar yang rasanya ya begitu deh.

Cuma dua sendok nasi yang bisa kutelan plus dua tusuk sate. Kepala sakit kebangetan, kayanya karena telat makan siang. Kabarin si Mamas kalo kami lagi makan di dekat kos. Lalu rebutan mbayar makan, aku menang.

"Senangnya punya teman makan malam," kataku. Aku diantar pulang sampai di ujung gang, sebab jalannya sempit. Dua lembar duit biru diselipnya ke tasku. "Hey, aku nggak mau," kataku. "Udah, kamu simpan dulu aja."

Kuat-kuatin jalan ke kos, ambil akuwa, tenggak obat. Tidur.

Minggu, besoknya. Telat nonton teater Diponegoro di Galeri Nasional. Huh, gegara nyuci sempak yang bejibun! Lalu putar haluan, mo ke Tenabang aja beli kurma buat Papa. Wiken kan mo pulang Yogya, besok-besok nggak sempat lagi. Sampe luar, balik lagi ambil payung. Masuk watsap teman baru itu. Ngajak ke Pasar Baru cari aksesoris potograpi. Kuiyakan. Kan di sana banyak kurma.

Pagi makan sedikit nasi uduk langganan. Masih nggak selera. Siang makan soto betawi di sana. Aku donk, habis seporsi. "Prestasi nih bisa bikin kamu makan," kata temenku. Biar nggak rebutan mbayar, balik dari toilet aku ke kasir. Lanjut ke Kota Kasablanka, temanku mau beli koper. Ah, pas banget pikirku. Aku mo lihat ransel troli.

Ransel yang kucari nggak ada yang bikin minat. Temanku selera belanjanya ngalahin selera makanku. Mondar mandir nyisir nyaris tiap sudut. Aku cuman cekakah cekekeh baca obrolan di grup watsap. Ada yang lagi jualan hape lah, jual kamera lah, sampe jual diri atas kejombloannya :)

Kuputuskan (nah, aku lagi yang mutusin tempat makan) menu mie, setelah nyisir makanan di sana. Habis lagi! :) Si temanku nyebut lagi tentang prestasinya yang bisa bikin aku makan. Adegan berebut mbayar terjadi lagi. Aku kalah.

Lucunya, ternyata sebelum aku kembali dari toilet waktu makan siang, temanku sudah membayar makanan kami. "Nanya donk, udah dibayar belom." "Kalo pake nanya, pasti aku nggak bakal bisa bayar. Wek!"

Menuju pulang, temanku yang lain watsap, cerita kalau ada mahluk halus menghuni tubuhku. Jelas aku saat itu ketakutan, bacanya sampe bersuara. Teman di sebelahku sampe nanya kenapa. Aku ceritain, trus dia ketawa dan berusaha encourage.

Aku pulang, diantar di tempat yang sama. Bobok dengan susah karena pikiran bercabang empat.

Rabu hari ini, dengan riang aku cerita punya teman baru. Sahabatku ikut senang. "Yo rapopo, kekancan," katanya. Kekancan, pertemanan.

Hae kamu, kekancan :)

Ah Mamas, kamu malah tidur waktu aku mo cerita banyak :(

Gambar yang nggak nyambung dengan cerita itu, diambil dari sini.

Mlekom,
AZ



Thursday, January 1, 2015

Posted by adrianizulivan Posted on 8:14:00 AM | No comments

Pagi Pertama 2015

 
Selamat pagi pertama tahun ini!

Bangun tidur langsung buka leptop. Bukan, bukan bekerja untuk kejar tenggat seperti biasa, namun ingin menulis sesuatu-yang-nyaris-wajib di pergantian tahun. Apalagi kalau tidak refleksi, sudah apa dan mau apa.

Basi? Biarin! :)

Aku pernah bilang, bahwa aku nggak punya cita-cita lagi, kecuali lanjut sekolah. Kehidupanku sudah berjalan seperti yang kumau, dengan sejumlah harapan yang belum terwujud namun jalan menuju sana sedang kujelang (bahasanya cie banget deh ah).

Syukurku di 2014, dengan sejumlah hal yang terwujud. Kira-kira seperti ini:
  1. Meski belum tinggal di rumah sendiri, aku tak lagi tinggal di rumah orangtua. Nggak berlindung di ketek mamak lah! :)
  2. Dapat pekerjaan yang sangat baik, meski bukan pekerjaan impian. Tentang ini akan kuceritakan kapan-kapan.
  3. Sudah bisa masak kue kering (cookies) sendiri. Alhamdulillah banget ini!
Yang belum tercapai dan ingin terwujud di 2015:
  1. Mendaftar kuliah
  2. Menerbitkan media sendiri
  3. Perut rata (oyyy!)
  4. Dijauhkan dari perbuatan teledor, lupa, dan sembrono. 2014 banyak sekali kejadian mengesalkan tentang itu.
  5. Nulis buku!
  6. Dapat beasiswa, sehingga bisa kuliah di 2016.
Kejutan 2014:
  1. Survive di tempat tinggal yang bukan bernama rumah.
  2. Hal-hal asik tentang pekerjaan baruku yang melebihi ekspektasi.
  3. Diundang menjadi pembicara di seminar bertaraf nasional. Ahem! Padahal sudah beberapa kali diundang di forum internasional, yang lokal malah belum. Hehehe.
  4. Profilku tentang aktivitas di Indonesian Heritage Inventory masuk koran nasional. Yay!
  5. Semalam, jelang pergantian tahun, mendapat dua tawaran yang membuatku galau. (Galau kok kejutan?)
2015 mau lebih santai menjalani hidup, dengan tetap berusaha untuk memperjuangkan enam hal yang ingin kuwujudkan tadi.

Hai kamu, mari berjuang! 

Itu foto semalam, undangan di rumah Mas Yan.

Mlekom,
AZ


Sunday, December 28, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 11:00:00 AM | No comments

Nggak Butuh Nama Saya?

Petugas (PT): Dengan Galeria, selamat siang 
AZ: Pak, saya mau laporin dompet saya yang hilang. Semalam saya ke Galeria
PT: Hilangnya di sekitar mana?
AZ: Sepertinya di bangku-bangku dekat lift, di luar Matahari (Dept Store). Sekitar jam 7, pak.
PT: Jam 7 PAGI atau malam? 
AZ: Malam, jam 7 pagi belum buka kan, pak? 
PT: Isinya apa?
AZ: Ada uang tunai, ATM, KTP, semua kartu.
PT: SIM juga?
AZ: Nggak
PT: STNK ngoten, nggih?
AZ: Nggak, saya nggak punya STNK. Warnanya, pak?
PT: Warna apa?
AZ: Putih (sebutin merk dan ciri)
PT: Baik mbak, laporannya saya catat. Sebentar, saya kabari.
AZ: Bapak nggak butuh NAMA SAYA?
PT: Dengan mbak siapa?
AZ: (tahan diri) Adriani
PT: Nomor telepon atau alamat?
AZ: (sebutin semua)
PT: (berusaha meyakinkan bahwa dia sedang mendata dengan semestinya) nomornya saya ulangi ya mbak...
AZ: ...
PT: Sebentar saya cek dulu
AZ: Nanti saya telepon atau bagaimana? (nggak yakin kalo beliaunya beneran ngecek atau tidak, sementara beliau masih di ujung telepon sana)
PT: Nggak ada ini mbak, informasi kehilangan dompet pukul 7 malam kemarin
AZ: (oh, dia lihat catatan, pantesan masih megang telp)...
PT: Kalau ada, pasti klining servis lapor, saya terima informasinya. Atau saya tanyakan ke Matahari. Nanti kalau ada, saya telp mbak. Kalau saya tidak telepon, berarti tidak ada.
AZ: Hilangnya kan setelah keluar Matahari, pak. Di dekat lift (terakhir lihat dompet waktu ngatur belanjaan ke dalam ransel yang kubawa).
PT: Kalau di luar, berarti bisa ada orang lain, bisa pengunjung...
AZ: Apa nanti saya telepon lagi?
PT: Baik, mbak.

Kesel juga urusan sama petugas yang nggak sigap begini :)

Kemudian telp bank, blokir kartu-kartu. Lima menit kemudian, dompet ketemu... di bawah tempat tidur.

Oh, ini bukan kejadian pertama. Semoga tahun depan tak alami kehilangan-kehilangan lagi. Termasuk kehilangan kamu. Ya, kamu! 

Gambar di atas bukan dompetku yang 'diduga' hilang, namun dompet dari sini.

Mlekom,
AZ


Friday, December 26, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 7:11:00 AM | No comments

Ini Cara Kami Bekerja di SMSBunda


Ini yang kami lakukan di program SMSBunda. Memperkenalkan layanan pesanpendek tentang perawatan masa hamil dan nifas, untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Indonesia, lewat cara seru!

Video ini kubuat (21/12) sebagai perkenalan tentang program SMSBunda, sekaligus mengapresiasi kerja keras Panitia Semarang. Inilah cara kami bekerja di SMSBunda :)

Tentang program SMSBunda, dapat dilihat dengan tagar #SMSBunda dan EMAS Indonesia di sini.

Semoga berguna!

Mlekom,
AZ


Wednesday, December 24, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 10:15:00 PM | No comments

Damai di Bumi, Damai di Hati, Damai di Meja Makan


Anak-anak hidup di kota berbeda, kesempatan kumpul bersama untuk sekadar makan menjadi momen langka. Ini terjadi pada banyak orangtua, termasuk Papa-Mamaku.

9 Desember lalu, Papa-Mama peringati 35 tahun kebersamaan mereka dalam pernikahan. Meski tertunda dua pekan, malam Natal ini kami bisa makan ngumpul bareng. Versi komplit The Zulivans begini sangat jarang terjadi. Alhamdulillah buat malam ini...

Malam Natal. Aku lagi nggak minat ikut kehebohan yang berulang di tiap akhir tahun, ketika para orang pintar di linimassa medsos membahas boleh-tidaknya memberi ucapan Selamat Natal. 

Kita kasih ucapan, bukan ikut merayakan Natal, kata Mamaku yang selalu mengunjungi kerabat yang Natalan, sebagai silaturahmi dan bentuk penghargaan kepada mereka yang selalu mengunjungi kami saat Lebaran.

Damai di bumi, damai di hati, damai di meja makan. Keluarga Zulivan ucapkan selamat merayakan, bagi handai taulan yang merayakan... 

Psttt: Kok pas banget dresscode merah-hitam ya, padahal nggak pakai janjian :)

Mlekom,
AZ


Tuesday, December 23, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 10:30:00 AM | No comments

U.S. Ambassador Visit on Mother's Day


It was December 22, Mother’s Day in Indonesia. While many across the country were taking a moment to appreciate and celebrate their mothers, Robert Blake, the U.S. Ambassador to Indonesia, was visiting the Health Institute of Budi Kemuliaan (LKBK) to recognize the organization’s work in promoting the health of mothers and their newborns. LKBK is one of the five partners of the Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) program, a five-year, USAID program that is working to reduce maternal and newborn mortality in six provinces in Indonesia. 



On Mother’s Day, LKBK was hard at work conducting a focus group with key stakeholders to gather feedback on maternal and newborn health issues. The focus group included members of the public, patients, community health center representatives, doctors, midwives, and nurses.  During the focus group, a key theme that participants raised was challenges with the efficiency and effectiveness of the current referral system for mothers and newborns, which often result in delays in providing appropriate care during medical emergencies. 



To address these challenges, EMAS developed a new referral exchange system called Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal & Neonatal (SIJARIEMAS). SIJARIEMAS uses simple technologies, such as SMS, to improve coordination and communication between health facilities. After the focus group, LKBK, which has itself adopted SIJARIEMAS to facilitate referrals, provided a demonstration of SIJARIEMAS to Ambassador Blake and the focus group participants.  



Adriani Zulivan for EMAS Indonesia.

Captions:
  1. Dec 22, Mother's Day in Indonesia. Robert Blake, US Ambassador to Indonesia visited Health Institute of Budi Kemuliaan (LKBK). [Syane Luntungan/EMAS Indonesia]
  2. LKBK is one of the five partner of EMAS. Ambassador Blake give appreciation to LKBK for promoting MNH. [Shinta Kumala Sari/EMAS Indonesia]
  3. LKBK adopt the EMAS referral system called SIJARIEMAS. Anne Hyre, COP of EMAS is explaining to Ambassador Blake. [Syane Luntungan/EMAS Indonesia]
  4. Chees! Ambassador Blake congratulate all mothers who celebrate Mother’s Day & express deep thanks to LKBK. [Syane Luntungan/EMAS Indonesia]

Friday, December 19, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 8:47:00 AM | No comments

Not Good in Selfie


I am not (and never been) good in selfie. But sometimes I think I need to do it. Like last night, when my director said "Ough you looks gorgeous, beautiful black" when she saw my black dress.

The night was a dinner meeting with Kemkes (Health Ministry). Since there will be no one who will take my picture, so I did it myself... in the rest room :)

This is my third time (yeah, i am telling you right) doing selfie. Sequentially, the pics above is started from the one atop on the left, continuous in a clockwise direction. I stopped on the 10th, with the big one in the middle. Quite great, uh?

Wahahahaha!

Mlekom,
AZ


  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata